JALAN BAHAGIA
Kumpulan renungan, refleksi, kisah bermakna dan inspiratif, serta cerita pergulatan hidup sehari-hari

Linkshare_88x31McroBtn
Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Software

Nutrisi Batin

Sang Idola Yang Semakin Tergusur

AddThis Social Bookmark Button

Sang Idola Yang Semakin Tergusur

Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya." (Luk 6 : 19)

 

Pernah nonton konser music? Kalau sudah, pasti masih bisa merasakan atmosfernya. Penuh hiruk pikuk, hysteria, kegairahan, dan tentunya penuh luapan ekspresi jiwa. Belum lagi jika konsernya music rock, bakalan masih ditambah dengan loncat-loncat dan teriakan…

 

Aku sendiri sempat merasakannya. Kebetulan waktu itu masih ngefans berat dengan music speed metal. Dan begitu satu band dedengkotnya datang ke Kridosono Jogja, tak kusia-siakan kesempatan emas itu. Sebelum hari H, kembali kuputar kaset-kaset koleksiku (kebetulan saat itu belum musim pemutar MP3, dan biar pun ada, tetap saja lebih senang dengan kaset.

Ada kepuasan tersendiri). Kucoba hafalkan semua lyric lagunya, berharap ntar bisa mengikuti. Mumpung di tengah hiruk pikuk, pasti ga aka nada yang menggubris suara jelekku…Hehehehe… Dan tentu saja, kaos bergambar album favoritku. Kujaga kondisi badan agar fit pas hari H-nya. Segala permasalahan hidupku pun seakan hilang. Semua rasa di dada penuh dengan ketidaksabaran. Dan tibalah saatnya, saat sang idola datang… Helloween. Jauh-jauh dari Jerman, harus disambut dengan penuh gembira dan kegairahan… J

 

Dimulai jam WIB 21.00, tapi aku dan adikku sudah siap sedia di sana saat petang. Dari pada harus masuk dengan berdesak-desakan dan menanggung resiko terinjak-injak, mending ngalah datang duluan. Dan kelompok-kelompok penonton pun mulai berdatangan, memenuhi stadion kebanggaan warga Jogja itu. Dan unik, walau pun di Jogja, tetap dari pendengaranku, kelompok-kelompok penonton di kanan kiri, depan belakang benar-benar beraneka ragam bahasanya, dan tentu saja asal daerahnya. Yang datang ternyata dari seluruh pelosok Indonesia. Ada celotehan ngapak khas Tegal, sunda, batak, bahkan yang tak kukenali lagi (tampaknya dari suku di Papua sono, keliatan dari tampangnya), dan tentu saja logat medok Jogja seperti aku dan adikku. Ahh… Helloween, kamu memang idola… J Lihat, berbagai suku dan bahasa ada di sini khusus buatmu (termasuk juga para copet tentunya…hehehe). Aku pun tak sabar dimulainya acara.

 

Jam WIB 19.00 acara pun dimulai. Dimulai band metal local kalau tidak salah. Stadion pun mulai penuh. Udara dan angin semilir yang tadi terasa mulai hilang, tergantikan uap panas dari tubuh di sekelilingku. Setelah itu masih ada band Jamrud sebagai band pembuka terakhir. Tetapi ternyata penonton sudah tidak sabar. Biar pun band terkenal, kasian juga, Jamrud disuruh turun…. :p Ya, karena yang ditunggu memang hanya Helloween. Biar pun harus checksound kurang lebih 45 menit, tapi penonton (termasuk aku) kembali bersemangat. Ya… Bentar lagi tampil. Dan akhirnya, tibalah Andi Deris dengan teriakan nyaringnya membuat histeris penonton. Penonton pun segera mengeluarkan bendera-bendera dan atribut Helloween… Luar biasa, penuh teriakan histeris. Lagu demi lagu terasa sangat cepat dibawakan… Dan aku…? Hanya mampu bertahan satu jam… J Badan sudah basah dengan keringat. Satu dua penonton pun mulai ada yang pingsan. Ya… Itulah saatnya dimana puncak luapan emosi harus melawan dengan semakin menipisnya oksigen yang mampu dihirup. Terlalu penuh… Bahkan dinding tinggi yang melingkari stadion pun penuh dengan orang… Hahhhh… Akhirnya dengan bersusah payah berhasil bergerak mundur ke belakang, mencari sedikit ruang tersisa untuk menghirup udara. Beruntung memakai sepatu, jika sepatu sandal, apalagi selop, sudah pasti akan pulang telanjang kaki. Biar pun kecapaian, tetapi sayang untuk dilewatkan. Kami pun menonton hingga raungan gitar terakhir… Dan sangat puas.

 

Dalam perjalanan pulang, rasanya masih lekat suasana kegembiraan dan kegairahannya. Bahkan, sudah lewat berhari-hari pun, efek dari kebahagiaan karena bisa mendengar dan melihat secara langsung Helloween masih terasa. Sosok seorang idola ternyata membawa pengaruh besar dalam hidup banyak orang. Padahal itu juga baru sosok idola di dunia ini, yang tentunya punya banyak kekurangan seperti layaknya manusia, dan yang pasti tidak bersifat abadi. Artinya, kebahagiaan  yang didapat oleh fansnya juga tidak akan abadi. Sentuhan magicnya ke hidup kita akan luntur seiring berjalannya waktu. Dan wajar, karena idola di dunia ini memang tidak punya kuasa untuk memberikan kebahagiaan dan penyembuhan luka batin  abadi.

 

Hingga saat ini, jika renungkan, sosok idola-idola baru pun semakin gencar menawarkan kegairahan dan kebahagiaan sesaat. Entah sosok artis atau penyanyi (seperti artis korea yang saat ini sedang naik daun), sosok pemimpin, atau sosok seorang ayah/ibu, pasangan, dll, hanya bersifat sementara. Bahkan materi pun bisa muncul menjadi idola yang bisa menyusup dan membelokkan langkah hidup kita, seperti idola yang berwujud BB, mobil, rumah mewah, dan sebagainya. Dan di saat dunia kini semakin dipenuhi idola model baru seperti itu, ada satu sosok idola abadi yang kian merasa sedih karena semakin dilupakan dan ditinggalkan. Dialah Tuhan Allah kita. Betapa terluka dan sedih saat sapaanNya semakin tergantikan oleh deringan HP, saat deretan firmanNya tergusur oleh deretan status terbaru FB, saat jalanNya kini semakin sepi ditinggalkan karena ada jalan yang lebih mulus biarpun sesat. Yaa… Padahal hanya Dialah yang mampu memberi penyembuhan sesungguhnya bagi batin, dan hanya Dialah yang empunya kebahagiaan sejati.

 

Kemanakah kita? Ikut beramai-ramai dan gegap gempita menyongsong idola-idola duniawi yang seakan menggairahkan itu? Atau berani tampil beda, biar pun jalanNya sulit dan berbatu bagi kita, dengan segala kelemahan dan kepasrahan berusaha setapak demi setapak merangkak ke idola sesungguhnya… Tuhan sendiri.  Hanya kita pribadi yang tahu… Amin. (Set)

 

Bogor, Jumat  28 Okt 2011