JALAN BAHAGIA
Kumpulan renungan, refleksi, kisah bermakna dan inspiratif, serta cerita pergulatan hidup sehari-hari

Website counter
Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Software

Kumpulan Refleksi

K-POP EFEK

AddThis Social Bookmark Button

Entah sudah banyak band Indonesia yang berkiblat pada K-POP. Yang jelas akhir-akhir ini banyak terlihat banyak boys/girls band yang sebelas duabelas dengan boys/girls band asal korea, atau yang populer dengan sebutan K-POP. K-POP sendiri punya ciri khas easy listening, enerjik, dipadu dengan koreografi yang unik centil, dan tentu saja dikombinasikan dengan wajah cantik, imut, body sexy, atau kalau yang cowok ganteng, cool, putih, dll. Benar-benar menghibur….. 

 

Hanya ternyata ada satu tayangan berita dari negeri ginseng itu yang sangat menggelitik. Ternyata booming dari K-POP itu mempengaruhi pola pikir remaja di sana. Karena setiap saat melihat idola yang tampil cantik/ganteng di TV atau tayangan langsung, banyak remaja yang tertarik untuk operasi wajah, tentunya biar jadi cantik atau ganteng. Dan ternyata hal itu menjadi hal yang wajar di sana. Banyak anak SMA yang belajar mati-matian, berharap jika nilai bagus bisa diberi hadiah operasi wajah. Kalau di sini operasi wajah biasanya dilakukan untuk keadaan khusus, kecelakaan yang merusak wajah misalnya.

Sebetulnya tidak ada yang salah juga seh… Mau operasi wajah atau apa pun, itu kan hak pribadi masing-masing. Uang pakai uang sendiri, wajah juga wajahnya sendiri. Kan wajar dan manusiawi juga dong, jika pengen tampil rupawan seperti orang lain atau idolanya? Sooo…. Kenapa harus rebut? Hehehehe….. Bukan mau sok rebut seh. Tapi ada baiknya kita pertimbangkan lagi (siapa tahu dari kita tergoda juga untuk mengoperasi wajah… J) apa efek atau dampak ke belakangnya. Yukkkk…. Kita cermati bareng-bareng pertimbangan-pertimbangan di bawah ini!

  1. Dari segi kesehatan, operasi wajah sangat memungkinkan berefek pada turunnya kualitas kesehatan. Namanya saja plastic, kok dipaksa-paksain menyatu dengan tubuh. Ya kemungkinan besar tidak akan bisa menyatu. Efek yang paling mungkin adalah lumpuh saraf wajah, kanker, dll. 
  2. Dengan operasi wajah yang tujuannya untuk mempercantik/memperganteng, sebetulnya itu salah satu indikasi bahwa kita kurang menghargai diri kita sendiri, yang otomatis kurang menghargai orang tua yang mewariskan gen-nya kepada kita, dan tentunya tidak menghargai Tuhan sendiri kan….
  3. Dengan operasi plastic di wajah, menandakan pula bahwa kita lebih mementingkan penampilan luar. Kita merasa diakui jika kita menawan dll. Padahal itu semua tidak abadi, dengan demikian, rasa senang, puas, bahagia yang kita rasakan sebetulnya hanya sesaat dan semu.
  4. Perlu diingat juga, yang namanya kepuasan atas hal-hal duniawi bersifat tidak ada habisnya, atau tidak terhingga. Setelah punya ini, pengen punya yang lainnya. Setelah hidung menjadi mancung, ah kayaknya dagunya juga perlu diperlancip…. Dan seterusnya. Ini seperti kita terjebak dalam hedonism dan melekat ke dalam hal duniawi.
  5.  Lihat juga hal sepele, tetapi perlu dipikirkan juga. Aneh tidak seh, jika nanti kita punya anak tetapi wajahnya berbeda jauh dengan wajah kita karena wajah kita sudah dipermak? Hmmmm….. Masak mau mengoperasi wajah anak kita juga….
  6. Terakhir, daripada sibuk dengan penampilan luar kita, yang tentunya tidak murah, kenapa tidak kita alihkan perhatian kita ke sekeliling kita saja? Masih banyak yang penampilannya lebih kurang beruntung dari kita. Masih banyak yang mau makan 2 kali sehari saja tidak bisa. Bukankah lebih baik untuk menolong orang lain saja, yang misalnya sedang kecelakaan dan membutuhkan operasi tetapi tidak punya uang?

 

(Jocelyn Wildenstein, yang dikenal oleh pers dengan julukan “Pengantin Wildenstein” – referensi Pengantin Frankenstein -, Jocelyn Wildenstein diduga menghabiskan hampir US $ 4.000.000 pada bedah kosmetik selama bertahun-tahun, dan berakhir sebagai salah satu yang terburuk dan paling terkenal kasus kecanduan operasi plastik)

Hmmmm….. Biar pun tidak melakukan operasi plastic wajah, ada baiknya juga kita renungkan kembali hal-hal di bawah ini. Siapa tahu bisa meningkatkan kualitas hidup kita, karena setiap dari kita pasti punya rasa tidak puas terhadap keadaan diri kita sendiri. Yuk kita renungkan hal-hal di bawah ini!

 

  1.  Sudah sepantasnya kita bersyukur terhadap apa yang dianugerahkan Tuhan ke kita. Dengan bersyukur, tidak ada yang akan merasa berkekurangan. Hidup akan terasa lega, kepala tidak tegang, nyaman, dan indah setiap harinya. Kita bangga terhadap diri kita sendiri, karena kita adalah special di hadapanNya.
  2. Mari kita tingkatkan empati kita terhadap keadaan sekitar kita. Masih banyak yang jauh kurang beruntung dibandingkan kita. Kita biasakan untuk berderma dan menolong orang lain. Rajin-rajinlah kita member uang kolekte, member sedekah kaum papa dan jalanan, berdonor darah, ikut kegiatan social, dll. Lambat laun akan lunturlah kelekatan kita terhadap hal-hal duniawi. Ada hal-hal indah dan menawan ternyata.
  3. Sadari dan yakini bahwa kecantikan dan kerupawanan hati lebih indah dan kekal disbanding ragawi. Cantik atau ganteng wajah tidak akan berlangsung lama. Bahkan sekarang cantik dan ganteng, besok bisa saja berubah karena sakit atau kecelakaan misalnya. Tidak abadi dan semu. Orang akan nyaman dengan kita bukan karena wajah kita, tetapi karena aura positif yang keluar dari hati kita yang rupawan. Semakin berumur kita, semakin rupawanlah hati kita. Yukkk… Berlomba menjadi rupawan sesungguhnya. Cukup dengan membiasakan diri tersenyum tulus. Senyum tulus lahir dari batin bening kita, yang tentunya tercipta ketika kita tidak melekat pada materi.
  4. Terakhir dan belum terlambat, mari selalu kita ingat bahwa raga ini sangatlah rapuh. Sangat mudah rusak, sakit, dan pastinya suatu saat berubah menjadi tanah yang hanya akan diinjak-injak kaki dan dikerubungi cacing. Apa yang bisa dibanggakan dari raga ini? Bahkan tidak usah menunggu mati, tidak lama lagi rambut mulai memutih dan rontok, kulit mulai berkeriput, punggung mulai membungkuk, pantat mulai mengendor, dan lain sebagainya. Pernahkan semua ini kita renungkan? Itu semua adalah hal yang pasti terjadi. Dan ketika itu semua terjadi, siapakah kita? Nothing…. Hanya tanah. Tetapi satu yang akan selalu diingat dan dikenang oleh orang-orang terdekat atau sekitar kita, yaitu kebaikan hati kita, kedermawanan kita, kehadiran kita dulu yang membuat rasa nyaman, ketulusan kita, kejujuran kita, dan segala sifat baik kita. Bukan hanya dikenang oleh orang-orang, tetapi juga tentunya berkenan di hadapanNya. Yaaa….. Suatu saat kita harus mengetuk kembali pintu rumahNya. Tuhan tidak mempersilahkan masuk kita berdasar cantik/ganteng wajah kita, tetapi dari rupawan atau tidak hati kita.

 

Yukkk….. Kita semua masih diberi nafas untuk saling dukung menjadi rupawan sesungguhnya, seperti Dia yang rupawan dengan segala kasihNya kepada kita, manusia yang lemah ini. Tuhan memberkati kita semua….. (Set)

 

Add comment


Security code
Refresh