JALAN BAHAGIA
Kumpulan renungan, refleksi, kisah bermakna dan inspiratif, serta cerita pergulatan hidup sehari-hari

Website counter
Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Software

Kumpulan Refleksi

Facebook Pemicu CLBK dan Perselingkuhan

AddThis Social Bookmark Button

Sudah berapa lamakah mengenal facebook?

Hmmm….. Entah sudah lama atau baru kemarin, mungkin ada satu kesamaan yang kita lakukan di saat awal berkenalan dengan facebook. Apakah itu…?

 

Hunting kenalan tentunya. Bisa teman saat kini, tetapi juga besar kemungkinan teman lama, kenalan lama, dan tak sedikit yang langsung hunting kenangan lama kita, alias mantan…. Tinggal ketik nama, muncullah si dia…. Dag dig dug dah akhirnya. J Eh, benar ga seh? Tidak peduli, saat ini masih lajang, sudah berpacaran, bertunangan, atau bahkan sudah menikah, semua sangat memungkinkan untuk mengalaminya. Trus apa masalahnya kemudian? Bukankah hal ini wajar-wajar saja?

 

 

Hehehehe…. Ya wajar, kita hanya manusia biasa. Apalagi di saat awalnya, pasti rasa senang, deg-degan, penasaran, sedikit berbinar-binar, dan angan terbang dibawa ke masa lampau. Wajar…. Itu sangat manusiawi. Apalagi memang aka nada banyak alasan pembenaran, seperti :

  1. Ahhh, dia kan hanya kenangan lama. Pastilah nanti bisa menjaga jarak dan berlaku sebagai teman. Dan memang ada yang berhasil bersikap seperti ini, tetapi sedikit sepertinya.
  2. Kan hanya ingin mengetahui kabar beritanya saja…. J Yakin ga akan melibatkan segala rasa dan angan yang dulu timbul dan tertanam rapat di alam bawah sadar kita?
  3. Aku kan ingin menyelesaikan satu urusan yang belum terselesaikan saja…. Bisa juga seh. Tetapi  juga bukan hal yang mustahil untuk tergelincir kembali ke cinta.
  4. Dan masih banyak alasan lain tentunya.

 

Hanya kadang efeknya yang tidak kita sadari. Bagi yang masih sama-sama lajang, tidak terlalu bermasalah seh. Yang jadi masalah adalah jika kita sudah punya pacar, tunangan, atau bahkan anak dan suami/istri, karena efek dari segala rasa nyaman dan seakan bahagia saat bersua dengan mantan itu bisa mengarah kepada CLBK, alias Cinta Lama Bersemi Kembali. Bahkan, berdasarkan penelitian, 62% dari kita yang sudah berkeluarga dan bertemu dengan mantan melalui jejaring social ternyata ber-CLBK ria. Nah…. Dengan kata lain berselingkuh! Entah apa pun alasan pembenarannya, itu sudah melanggar komitmen dengan pasangan kita . Tapi benarkah hanya bertemu (apalagi hanya melalui facebokk) mantan bisa membuat kita CLBK? Ya benar! Mari kita simak dan renungkan alasan kenapa bisa begitu.

 

  1. Saat mulai menjalin komunikasi dengan mantan, efek hormone tubuh kita yang bernama Hormon Oxytocin dan Vasopresyin yang tugasnya member rasa tertarik, nyaman, dan bahagia bersama mantan dulu ternyata juga membentuk kenangan emosi di otak kita, dan masuk alam bawah sadar kita. Nah, saat mulai bertemu kembali dengan mantan, kenangan-kenangan dan rasa tertarik, nyaman, dan bahagia ini akan muncul kembali. Dan celakanya, yang terkuak adalah cenderung yang indah-indah saat bersamanya. Ini pemicu CLBK.
  2. Segala kenangan indah bersama mantan itu akan menutup mata batin kita terhadap kebaikan-kebaikan , kelebihan, beserta komitmen pasangan kita saat ini, dan tak jarang membutakan terhadap realitas bahwa kita sekarang punya anak-anak. Apalagi jika ternyata saat ini sedang dalam suasana perselisihan dengan pasangan, godaan untuk jatuh dalam CLBK akan semakin terasa.
  3. Kadang sebagian orang punya keyakinan bahwa tindakannya tidak akan menyakiti siapa pun, karena beranggapan bahwa tidak ada yang salah dengan usaha mencari kenyamanan, kebahagiaan, dan cinta. Hanya saja, lupa bahwa kini tidak sendiri lagi. Ini sama saja hanya memikirkan diri sendiri, alias egois.
  4.  Berpikir dan berkeyakinan bahwa kita lebih tahu, lebih mengenal, dan tentunya lebih berhak atas mantan kita daripada pasangan mantan saat ini.
  5. 100% percaya bahwa bisa bersatu kembali dengan mantan, lupa pada realitas saat kini.
  6. Repotnya, ada juga yang beranggapan bahwa perilakunya tidak akan ketahuan oleh pasangan. Padahal yang namanya ikan busuk, ya suatu saat akan tercium baunya. Apalagi orang yang sedang dimabuk kenangan lama akan menjadi relative tumpul kepekaannya terhadap keadaan sekitar, termasuk orang-orang terdekatnya saat kini.

 

Trus bagaimana dong? Hmmm…. Agar tak larut dan jatuh dalam CLBK, ada baiknya kita simak sedikit tips di bawah ini.

  1. Sadari bahwa kita hidup dalam realitas. Dulu adalah dulu. Semua berjalan dan berubah. Bukan hanya soal benda, tubuh kita, rumah, dan lain-lain, bahkan rasa nyaman dan rasa bahagia itu juga akan bergeser dan berubah. Tidak ada sesuatu yang tetap dan abadi. Dan itu adalah kebenaran sejatinya. Kini adalah kini, dan kita hidup saat kini bukan? Ibarat pindah rumah, kita bawa benda-benda dan hal yang masih bermanfaat untuk rumah baru kita, dan tentunya, tinggalkan saja semua yang tidak berguna. Saring dan ambil nilai positifnya saja dari pengalaman kita bersama mantan, untuk kebaikan hubungan kita dengan pasangan kita saat kini. It’s enough!
  2. Utarakan dan diskusikan pengalaman beserta segala rasa intim yang dulu kita rasakan bersama mantan kepada pasangan kita saat kini. Lebih baik lagi jika dilakukan sebelum ada komitmen berpacaran, bertunangan, terlebih menikah. Hal ini akan memupuk rasa saling percaya sehingga mencegah perselingkuhan.
  3. Jika terpaksanya bertemu mantan secara tidak sengaja, beresponlah sopan dan wajar, tanpa perlu mengungkit kenangan lama. Akan tetapi, bukankah akan lebih baik jika diusahakan tidak bertemu?
  4. Terakhir, daripada cari-cari kenyamanan dan kebahagiaan semu lewat CLBK dengan mantan, lebih baik yuk kita selalu ber-CLBK dengan Sang Pemberi rasa nyaman dan bahagia sejati, Tuhan sendiri.  Dengan demikian, kehidupan berkeluarga kita pun akan otomatis membahagiakan kita semua.

 

Kebahagiaan memang dambaan semua orang. Untuk kita yang sudah berkeluarga, yang perlu kita sadari adalah bahwa untuk mengusahakannya butuh kerja keras dari dua belah pihak, suami dan istri. Tetapi untuk menghancurkannya, satu orang (bisa istri, bisa suami) saja sudah lebih dari cukup. Mari kita selalu perbaharui komitmen kita dengan pacar, istri/suami, dan terlebih dengan Tuhan sendiri. Kita hanyalah manusia lemah yang perlu untuk selalu diingatkan. Amin…. (Set).

 

 

Add comment


Security code
Refresh