JALAN BAHAGIA
Kumpulan renungan, refleksi, kisah bermakna dan inspiratif, serta cerita pergulatan hidup sehari-hari

Website counter
Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Software

Kumpulan Refleksi

Tersangkut Terlalu Lama

AddThis Social Bookmark Button

Kata sebagian orang, hidup adalah sebuah perjalanan singkat, dimana akan berakhir pada sebuah rumah kekal. Bahkan ada yang bilang, hidup hanyalah sekedar ‘mampir ngombe’, hidup hanyalah sekedar mampir minum katanya. Ini untuk menggambarkan betapa singkatnya hidup ini, dan ada sebuah tujuan yang lebih berharga, lebih kekal, lebih segalanya setelah kita mati. Tetapi, banyak lupa akan tujuan dari perjalanan itu sendiri sehingga perjalanannya tidak lancar.

 

Yah, andaikan sebuah jalan, banyak dari kita yang kadang terlalu lama berhenti di kanan atau kiri jalan tersebut. Bisa saja kita berhenti terlalu lama karena di sebelah kanan tersedia tempat buat istirahat yang nyaman, atau terjerembab oleh jurang yang ada di sebelah kiri jalan.

 

Belum lama, seorang rekan bercerita, betapa kini hari-harinya tidak seindah dulu lagi. Jika bertahun-tahun lalu kehidupannya berjalan seperti layaknya orang pada umumnya, tiba-tiba saja ada musibah yang merenggut semua kehidupan ‘normal’ tersebut. Dan dua tahun sudah ia menjalani harinya dengan ditemani rasa kehilangan dan penyesalan tiada henti. Biar banyak saudara dan teman dekat yang mencoba mengangkatnya kembali, rasanya sia-sia baginya. Hatinya masih belum bisa mengiklaskan. Bahkan, dia juga tahu bahwa itu tidak baik dan tidak benar. Itu hanya akan membuatnya semakin menderita. Tetapi ia sadar belum bisa bangkit. Ini mungkin salah satu contoh saat manusia terlalu lama tersangkut, masuk ke dalam jurang penderitaan. Saya sendiri berharap, semoga dia cepat dapat merangkak naik dan kembali ke jalannya kembali, karena perjalanan setiap orang tetap harus dijalani. Dan saya yakin, suatu saat ia akan kembali terlepas dari jeratan rasa penyesalan dan kehilangan tersebut, karena dia sendiri sudah menyadarinya. Tetapi orang yang seperti teman saya ini hanyalah sedikit bukan? Banyak yang tidak sadar bahwa derita yang diakibatkan oleh berbagai musibah hanyalah gangguan kecil di sebelah kiri jalan kita, dan bahwa kita tidak boleh terlalu lama tersangkut di sana, karena kita harus tetap kembali melanjutkan perjalanan. Segala derita tadi hanyalah sandungan agar kita semakin kuat berjalan karena tertempa bukan?

 

Demikian juga sebaliknya, adalah tidak baik jika kita tersangkut di kenyamanan yang ditawarkan di sebelah kanan jalan kita. Betapa banyak orang yang terlena oleh kesenangan dan rasa bahagia semu yang diberikan oleh bertumpuk materi, sehingga lupa bahwa itu bukanlah tujuan utama. Tujuan utama adalah di depan kita. Jika kita dianugerahi banyak berkat, sebenarnya itu dimaksudkan agar memperlancar jalan kita, yakni dengan melakukan banyak kebaikan. Jika berlebih materi, maka perlancar jalan kita dengan banyak beramal. Tetapi banyak yang terjerembab bermandikan materi, hingga suatu saat materi yang tidak kekal itu kembali diambil dan kita tentu tidak siap.

Soo.... Jika saat ini sedang dirundung derita, ingat saja bahwa itu hanyalah sebuah sandungan di kiri jalan kita, yang akan menguatkan tapak kaki kita. It’s ok, mari kembali berjalan. Sebaliknya, jika saat ini sedang diberi banyak berkat, ingat bahwa semua itu berguna untuk memperlancar jalan kita, bukan untuk menghancurkan diri kita sendiri. Cepat berbuat kebaikan dan amal bagi sesama... Yang jelas, entah di kanan atau di kiri, sebagai manusia lemah kita suatu saat pasti jatuh dan tersangkut. It’s ok, yang penting jangan tersangkut terlalu lama. Segera bangkit, dan kembali berjalan, bahkan kalau perlu pakailah tongkat. Kebahagiaan sejati ada di ujung jalan kita....  (Set)

 

 

Add comment


Security code
Refresh