JALAN BAHAGIA
Kumpulan renungan, refleksi, kisah bermakna dan inspiratif, serta cerita pergulatan hidup sehari-hari

Website counter
Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Software

Kumpulan Refleksi

Boleh Marah Atau Tidak?

AddThis Social Bookmark Button

Tidak ada yang bisa diselesaikan secara bagus dengan kemarahan!

Itu adalah pemahaman yang dicoba dimengerti dan diamalkan oleh seorang pendidik atau orang tua. Hal itu bisa dimaklumi karena memang rasa marah dekat sekali dengan yang tindakan yang tidak tepat, seperti bullying (apalagi jika posisi kedua pihak tidak sejajar), menimbulkan luka batin, buntunya komunikasi, dan lain sebagainya. Kemarahan juga berakibat pada ketidaknyamanan, bukan saja buat yang kena marah, tetapi juga bagi pihak yang marah.

 

Saya rasa kita semua menyadari semua itu. Masalahnya, rasa marah juga adalah hal yang kadang / sering tidak bisa kita hindari. Tidak jarang banyak orang menyebutnya sebagai hal yang manusiawi, sehingga masih dapat dimaklumi. Bahkan, ada juga yang berpendapat bahwa terkadang rasa marah ada juga manfaatnya, khususnya dalam kasus tertentu bisa mendidik juga. Hmmm... Betulkah semua itu? Apakah kita memang boleh marah?

Setahu saya pribadi, hampir semua pribadi yang saya kenal tidak bisa lepas dari rasa marah. Sesabar apapun rekan dan teman saya, suatu ketika saya melihat mereka juga bisa marah. Termasuk saya sendiri. Saya menyadari banyak sekali hal dan kejadian yang bisa dengan mudah menyulut kemarahan saya. Saya rasa setiap kita mempunyai pola sendiri tentang rasa marah ini. Satu hal bisa membuat seseorang langsung marah, tetapi bagi orang tertentu hal itu bukanlah apa-apa. Tingkat sensitifitas kita berbeda satu dengan yang lain. Jadi, menurut kesimpulan saya, setiap orang pasti pernah dihinggapi rasa marah. Bisa marah terhadap pasangan, tetangga, anggota keluarga, rekan kerja, anak, orang tua. Bahkan terkadang juga marah terhadap keadaan, marah terhadap diri sendiri, dan ada juga yang marah kepada Tuhan. Yang repot adalah jika marah tetapi tidak tahu marah kepada siapa, dan kenapa marah...

Jika setiap orang pernah mengalami marah, maka menurut saya marah adalah sesuatu yang wajar. Boleh tidak? Menurut saya, kita boleh marah, karena dalam kenyataannya kita dianugerahi emosi semacam itu. Mungkin yang perlu direnungkan adalah, jika kita boleh marah, sebatas apakah marah yang diperbolehkan itu? Lalu sebaiknya apa yang kita lakukan saat marah? Bagaimana cara mengatasinya, atau lebih baik lagi, bagaimana supaya tidak perlu marah yang berlebhan?

Mungkin banyak sekali metode dan cara-cara untuk mengatasi rasa marah ini. Jika ingin mengetahui secara detil, silahkan dibaca ulang artikel ini : Cara Meredakan Amarah.  Tetapi untuk memberi penyadaran secara lebih mendalam, mungkin dua hal berikut akan membantu kita mengendalikan rasa marah kita, yakni:

  1. Kita semua boleh marah, tetapi jangan sampai BERBUAT DOSA! Sekali lagi, marah adalah manusiawi dan tidak bisa kita hindari selama kita masih menjadi manusia. Tetapi marah ini sebisa mungkin kita kendalikan agar tidak berlanjut ke sikap dan tindakan yang mengakibatkan dosa. Itu yang penting.
  2. Jika kita marah, berkata-katalah di dalam hati, di dalam kamar pribadi. Jika marah terhadap anak, istri, suami, orang tua, atau siapapun, dan merasa tidak bisa mengendalikan diri, cepat-cepat masuk ke kamar tidur atau ruang manapun asal sendiri. Kita boleh marah dan tumpahkan lewat kata-kata, tetapi sekali lagi: berkata-kata dalam hati saja, sedang mulut tetapi DIAM.
  3. Terakhir, selalu berdoa: “Berilah telinga pada perkatannku ya Tuhan...”. Ini akan membantu kita mengendalikan kata-kata kita. Jika kita selalu mengingat ini, niscaya setiap kata yang keluar dari mulut kita adalah kata-kata yang relatif baik. Kita menjadi hati-hati karena menimbang dulu setiap kata yang akan kita ucapkan. Dengarkan sendiri dulu kata yang akan kita ucap, kita nyaman tidak dengan kata yang kita dengar.... Jika kita sendiri tidak nyaman, bukankah orang lain juga akan merasakan hal yang sama?

Selain tiga hal di atas, tentunya masih banyak teknik lain yang dapat kita terapkan. Tetapi semoga tiga hal di atas semakin membuat kita bijaksana, karena tiga hal tadi adalah teknik pengolahan diri. Kita menyadari bahwa kita mempunyai anugerah emosi rasa marah (yang sering kita ubah menjadi kelemahan), tetapi juga menyadari bahwa Tuhan menghendaki kita agar menjadi lebih bijak dengan anugerah tadi..... (Set)

Add comment


Security code
Refresh