JALAN BAHAGIA
Kumpulan renungan, refleksi, kisah bermakna dan inspiratif, serta cerita pergulatan hidup sehari-hari

Website counter
Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Software

Kumpulan Refleksi

Menghitung Berkah

AddThis Social Bookmark Button

Saat ditanya, apa angan-anganmu, biasanya kita langsung semangat menjawabnya. Saya ingin segera punya rumah, saya ingin segera punya mobil, saya ingin punya ini dan itu seperti orang-orang di sekitar saya, saya ingin punya istri cantik, saya ingin suami ganteng dan mapan, saya ingin segera punya anak, saya ingin dan saya ingin....

Menghitung Berkah

Herannya, di saat yang kita inginkan dapat kita capai, tidak berapa lama kemudian kita menginginkan yang lebih baru lagi. Entah model baru, teknologi baru, warna baru, atau apapun itu. Intinya, apa yang kita inginkan serasa tidak ada habisnya. Seperti kita minum teh manis di siang hari yang panas. Sesaat kita merasa terpuaskan, tetapi sebentar kemudian rasa haus itu mengganggu lagi. Tidak ada yang benar-benar bisa menutup dahaga kita. Apa yang kita rasakan saat dahaga akan sesuatu datang ke kita?

Haus..... Itu membuat kita tidak bisa merasa tenang. Apalagi jika tidak sempat mendapat satu atau dua hal / benda yang kita inginkan. Mendapatkan saja kepuasannya terbatas oleh waktu, apalagi jika tidak sempat bukan? Tetapi memang begitulah. Kita akan mudah menjawab dan menginventaris apa saja yang kita inginkan. Bahkan terkadang tidak terhitung. Yang ini belum tercapai, sudah muncul lagi keinginan yang lain. Di satu sisi bisa menumbuhkan motivasi (biarpun sebenarnya setelah tercapai yang kita inginkan akan muncul lagi keinginan lainnya), tetapi tidak jarang juga membuat tidak tenang, iri, tidak bahagia, dan lain sebagainya. 

 

Hidup menjadi tidak lengkap, tidak bahagia, saat belum tercapai keinginan-keinginan itu. Padahal, sejatinya memang kita tidak mungkin bisa mendapatkan segala yang kita inginkan bukan? Bisa karena faktor keadaan, bisa juga karena sifat dari keinginan itu sendiri yang tidak tetap, alias selalu berubah. Sekarang ingin ini, besok berubah ingin yang itu, dan begitu seterusnya. Lalu jika begitu keadaannya, apakah kita akan berakhir dengan tidak bisa merasa puas dan bahagia? Ataukah ada jalan lain, alternatif lain yang bisa memuaskan rasa haus kita?

 

Saya rasa mungkin sebaiknya pertanyaannya yang kita balik. Jangan selalu tanyakan apa yang kita inginkan, tetapi tanyalah pada diri kita masing-masing, apa saja yang telah kita dapatkan, apa saja yang telah dianugerahkan kepada kita, di saat mungkin tidak diterima oleh orang lain?

 

Anehnya, banyak dari kita yang terkadang lupa menginventaris anugerah dan berkah yang telah diberikan kepada kita. Jikapun tidak lupa, kadang kita juga menyangkal bahwa apa yang telah kita peroleh belumlah sepadan dengan yang kita inginkan. Karena sudah memiliki, rasanya nilainya kurang berarti. Padahal bagi orang lain, bisa saja hal kecil yang kita miliki adalah hal besar yang mereka impikan.

 

Belum lama ini saya berkenalan dengan seseorang. Bermula dari komunikasi di dunia maya, kami pun sepakat temu darat karena ada suatu kepentingan. Jadilah kami bertemu pada malam hari. Di saat bertemu itulah saya baru tahu keadaannya. Saat saya mengulurkan tangan saya untuk menjabat tangannya, saya agak kaget karena baru tahu bahwa dia tidak mempunyai tangan kanan. Yang tersisa adalah tangan kiri, itupun sangat kecil. Ia pun berusaha keras menjabat tangan saya dengan tangan kirinya sambil berkata: “Eh, maaf ya....”.  Dan selama kami mengobrol itulah saya jadi makin menyadari bahwa, sebaiknya saya harus lebih sering mengingat, jika perlu menghitung anugerah dan berkah apa saja yang boleh saya terima. 

bersyukur agar bahagia

Kedua tangan kita seperti biasa saja karena kita memang mempunyainya sejak kecil. Lalu apakah itu bisa menjadi pembenaran bahwa kita tidak perlu bersyukur atas kedua tangan kita, atau kedua kaki kita, mata normal kita, atau hal-hal lain yang kita miliki? Yukkk.... Jangan terlalu semangat menginventaris apa yang kita inginkan, tetapi inventaris dan hitunglah berkah kita, dan syukuri semua itu. Mungkin itu akan mengurangi, dan bahkan menghilangkan rasa haus yang tidak pernah terpuaskan tadi...Set)

Add comment


Security code
Refresh