JALAN BAHAGIA
Kumpulan renungan, refleksi, kisah bermakna dan inspiratif, serta cerita pergulatan hidup sehari-hari

Website counter
Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Software

Kumpulan Refleksi

Harta Paling Berharga

AddThis Social Bookmark Button

Liburan sebentar lagi!! Horeeee.....

Hehehe.... Yah, begitulah suasana yang sudah mulai terasa menjelang libur Natal kali ini. Sebetulnya bukan hanya kali ini, tetapi sudah menjadi rutinitas sepertinya. Dan suasana yang tidak hilang dari tahun ke tahun adalah gairahnya. Dua minggu sebelum hari H pembicaraan sudah mengarah ke suasana kampung halaman. Tetapi ada yang berbeda dalam jelang liburan kali ini, setidaknya bagi saya pribadi.

Pertama, libur panjang akhir tahun 2012 ini saya rasa diwarnai oleh rasa was-was terkait ramalan tentang akhir jaman. Dimulai dengan kemunculan film ‘2012’ di awal tahun, hingga berita yang kini kian santer bermunculan lewat media sosial. Dimana-mana muncul peringatan, nasehat, dan himbauan bagaimana seharusnya kita mensikapi berita-berita tersebut. Ada yang santai saja (seperti saya), tetapi ada juga yang was-was, apalagi saat ilmuwan memberitakan bahwa kemungkinan bumi akan mengalami masa gelap dimulai pada tanggal 23 Desember 2012. Nah, itu kan pas sedang dalam perjalanan mudik? Bagaimana nanti kalau ada kiamat dan kita masih di jalan, tidak bisa bersama sanak saudara? Bagaimana dengan Anda?

Kedua, bagi saya pribadi, setiap mudik seperti ini, yang akan saya temui nanti di kampung halaman adalah orang-orang yang semakin menua. Dulu tidak begitu saya sadari, tetapi kini ada baiknya merenungkan sebentar. Bukan hanya orang tua saya, tetapi semua tetangga pun pasti nanti akan mulai tampak memasuki masa senjanya masing-masing. Dan saat mulai memasuki masa seperti itu, apakah yang dapat kita lihat dari beliau-beliau?

Menarik! Saat mengobrol dengan beberapa rekan, ternyata sebagian dari orang-orang yang memasuki masa senja justru terlihat kurang bahagia. Setidaknya terlihat dari sifat yang kini (di saat usia mulai senja) mudah marah dan semakin sulit untuk tersenyum dan tertawa. Tidak sedikit rekan yang menceritakan bahwa kakek nenek atau orang tua yang dulu terlihat sabar, kini saat menua justru semakin mudah emosi sehingga raut muka cenderung cemberut sehingga tersenyum (apalagi tertawa) mulai menjadi barang/hal yang langka. Bukankah seharusnya sebaliknya? Apalagi yang kurang jika di usia senja dikerubungi anak cucu yang lucu-lucu? Bukankah kini harusnya tinggal duduk-duduk santai sambil tersenyum dan tertawa melihat tingkah polah mereka semua?

Tentu banyak alasannya. Bisa jadi karena faktor usia mempengaruhi juga kolesterol dan darah tinggi. Heran juga, sepertinya sekarang ini orang semakin mudah terkena penyakit darah tinggi. Jika seperti itu, maka tersenyum dan tertawa memang menjadi hal yang sulit dilakukan. Sedikit-sedikit mudah naik darah. Tetapi saat seperti itu, maka pertanyaan berikut ini bisa menggelitik kita semua. Apa yang tersisa saat kita memasuki usia tua nanti? Apakah bisa menikmati indahnya masa pensiun dan tertawa bersama anak cucu, ataukah kita akan semakin sulit untuk tersenyum dan tertawa? Apakah yang bisa membuat kita nanti bahagia? Kemanakah peran harta, rupa, kebanggaan, kekuasaan yang mungkin kita kejar siang malam saat muda kita?

Jawabannya entah.... Yang jelas, saat melihat pasangan-pasangan yang sudah memasuki masa pensiun dan mulai pikun, rasanya semua harta, materi, muka rupawan, kekuasaan dan lain sebagainya yang dulu saat muda mungkin dikejar dan dibanggakan, kini seperti tak ada perannya dalam hal kebahagiaan. Mau mengagungkan harta? Buat apa? Makan minum saja harus berhitung mana yang boleh dan mana yang tidak, semua harus dijaga agar kolesterol/asam urat/darah tinggi/dll tidak naik. Mau mengagungkan dan membanggakan wajah rupawan? Percuma, sekarang yang tersisa hanyalah wajah dan kulit yang keriput. Kekuasaan? Menguasai diri sendiri saja sudah mulai pikun.

 

Hanya satu yang mungkin berharga. Yakni bisa tersenyum dan tertawa saat tua nanti.... Sekarang saja hal itu sudah mulai menjadi barang langka, bagaimana nanti di jaman kita? Maka, jika saat ini sedang mencari pasangan, mungkin baik dipikirkan untuk mencari seseorang yang bisa membuat kita tersenyum dan tertawa dalam menjalani hari-hari kita.  Jika saat ini sudah mempunyai pasangan, ada baiknya kita mulai saling mengerti dan memahami hal-hal apa saja yang sekiranya bisa dipelihara untuk membuat kita beserta pasangan menjadi mudah tersenyum dan tertawa dalam menjalani kebersamaan. Semoga dengan begitu, nanti 20 tahun atau 30 tahun lagi kita bisa duduk-duduk santai di halaman rumah sambil  tersenyum dan tertawa menikmati hari tua bersama pasangan hidup, terlebih dikelilingi anak cucu yang ceria karena melihat aura kebahagiaan di wajah kakek neneknya.... Semoga!(Set).

Add comment


Security code
Refresh