JALAN BAHAGIA
Kumpulan renungan, refleksi, kisah bermakna dan inspiratif, serta cerita pergulatan hidup sehari-hari

Website counter
Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Software

Kumpulan Refleksi

Killing Me Inside

AddThis Social Bookmark Button

Hari minggu yang membosankan!

Dari pagi, sejak secangkir kopi menemani, entah sudah berapa banyak infromasi yang masuk ke otak saya. Mata sudah terasa lelah, pun dengan badan saya kini justru semakin lemas. Tidak sesuai yang dibayangkan sebelumnya. Inginnya bersantai-santai menikmati hari minggu, berharap agar fresh menjalani rutinitas senin. Tetapi yang terjadi malah sebaliknya. Mungkin karena badan seharian berbaring di kasur lusuh dan mulai kempis, ditambah posisi kepala yang tidak lurus karena diganjal bantal. Entah kenapa justru jadinya badan lemah lunglai.....

Setelah berhasil memaksakan badan bangun, saya pun mencoba menikmati taman kecil di beranda rumah. Sambil menyiram rumput gajah mini yang kini mulai rata menutupi tanah, saya mencoba mengingat apa saja yang saya lakukan seharian tadi. Hmmm..... Betul-betul hari males sedunia. Dari pagi tadi berarti saya hanya menonton TV saja. Dimulai dengan acara sport di ANTV, kemudian iseng-iseng dengerin ceplas-ceplosnya Mamah Dedeh (kadang saya suka gayanya saat menjawab pertanyaan atau saat memberi nasehat) sambil sesekali pindah chanel ke Spongebob.

Jika keduanya iklan bersamaan, ya ganti channel yang lain. Setelah itu dilanjut dengan gosip-gosip, siang sedikit masuk ke TVONE dan menikmati ulasan olah raga. Dilanjut dengan berita dan lain-lain. Wah, jangan-jangan karena ini ya? Badan seh tidak bergerak, tetapi ternyata kalau saya ingat banyak sekali informasi yang masuk ke otak. Mulai dari spongebob yang bisa membuatku tertawa geli, terus pengetahuan di bidang olah raga, lalu lanjut ke gosip-gosip yang isinya membongkar kekurangan orang lain, dan masih ditambah berita yang ternyata bisa merusak suasana hati. Berita tentang pendapat / opini dari tokoh masyarakat yang provokatif misalnya. Bahkan mata dan otak saya juga dipaksa melihat berpuluh-puluh tayangan iklan. Ini seh namanya ga istirahat kan?

 

Apa yang didapat dari acara nonton seharian ini ya? Kalau mau jujur, tambahan pengetahuannya sebetulnya tidak begitu banyak. Yang terbanyak justru informasi tentang gosip, yang kata orang makin digosok makin sip. Ya gitu dechhhh..... Kok bisa betah ya, seharian nonton hal yang kurang bermanfaat bagi diri sendiri? Untungnya apa seh kalau nonton gosip, yang sebagian besar mengobral kekurangan/kelebihan orang lain (tidak peduli itu artis, tokoh, atau siapa pun itu, tetap saja mereka orang lain bukan?)? Apa ya.... Mungkin kata beberapa orang biar gaul ya, ga ketinggalan kereta, apalagi jaman. Tetapi terus apa jika sudah begitu? Atau sekedar killing time?

 

Entah apa alasannya, yang jelas banyak orang yang terlarut dengan rutinitas itu. Bahkan kadang pagi sampai sore juga belum cukup. Begitu jam 7 malam, sudah dilanjutkan dengan rentetan suguhan drama sinetron, yang kini ceritanya kayaknya makin jauh dari realita. Jauh dari kenyataan, khususnya jauh dari kehidupan yang nonton.... J Dan mungkin justru itu kuncinya. Makin jauh dari kenyataan, makin menariklah untuk dinikmati, karena membuat kita menjadi mengkhayal.... Lihat saja, di sinetron isinya kebanyakan diisi tokoh rupawan, ditambah berkelimpahan harta, diselingi bumbu percintaan yang ruwet. Semakin lama kita mengikuti alur ceritanya, lama-lama kita menjadi ikut-ikutan emosi, jengkel, bahagia, tertawa, bahkan menangis sesuai yang dialami tokohnya. Jika sudah begitu, maka bukan mustahil saat beberapa orang mencoba bertingkah laku, bergaya, bahkan sebisa mungkin berpenampilan sama persis dengan orang yang diidolakan tadi.

 

Beberapa waktu yang lalu saya masih heran dan tidak habis pikir, mengapa anak teman saya seperti tergila-gila dengan seorang artis korea. Foto dipanjang dimana-mana, di kamar mau pun di dompet. Laptop pun dari dekstop hingga isinya semuanya berkisar tentang artis tersebut. Repotnya, biar pun belum pernah bertemu, artis itu dianggap sebagai pacarnya. Penampilan pun mulai diubah, sebisa mungkin mengikuti keinginan idolanya.... Dalam hati saya bertanya, siapakah kini anak teman saya itu? Masihkah ia anak teman saya seutuhnya?

 

Dan minggu ini, saya mulai mengarah ke sana. Seharian menonton perilaku, sikap, penampilan, dan kehidupan orang lain. Mungkin kalau ada yang merekam aktivitas saya hari itu, setelah diputar akan menjadi sebuah film yang sangat membosankan. Film berdurasi berjam-jam (10 jam), dimana isinya hanya orang yang sedang menonton TV..... Hehehe. Tapi begitulah.... Makanya tidak ada sutradara yang mau membuat film tentang orang yang sedang menonton TV, karena pasti membosankan dan tiada guna. Betul-betul tiada guna! Hanya membuat badan lemas, pikiran menjadi keruh dengan berita-berita, batin pun kadang menjadi tidak tenang.

 

Maka bisa dipastikan, hari minggu itu saya melakukan sesuatu yang tiada guna sebetulnya. Bahkan jika dikatakan sekedar killing time, jika menjadi akut dan keranjingan akan menjadi killing me inside. Membunuh pelan-pelan pribadi saya….(Set)

 

Add comment


Security code
Refresh