JALAN BAHAGIA
Kumpulan renungan, refleksi, kisah bermakna dan inspiratif, serta cerita pergulatan hidup sehari-hari

Website counter
Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Software

Kisah Bermakna

Makna Cinta Kasih

AddThis Social Bookmark Button

Saatnya berburu tanaman hias!

Sudah berhari-hari aku menunggu kesempatan ini…. Rasanya tidak tahan menanti datangnya akhir pekan. Halaman rumahku terasa kering, dan sepertinya kini saatnya menerapkan slogan-slogan green yang tertempel di dinding: “Menanam satu pohon = memproduksi satu juta oksigen”. Yaa…. Minimal berpartisipasi agar dunia di sekitar rumahku sedikit fresh tiap harinya, plus rasa sejuk di hati saat menikmati keindahan dan keteduhannya saat pulang kerja.

 

MQDDCE7Z2WWM

Deretan penjual tanaman hias di sepanjang trotoar Jalan Pajajaran Bogor pun menjadi sasaranku. Dari sekian penjual, akhirnya kupilih yang dibawah pohon besar, kalau tidak salah pohon flamboyan. Wahhh…. Cucok banget. Pas panas banget gini, pas dapat yang sejuk. Sejenak aku permisi numpang lewat ke bapak-bapak yang sedang main catur di situ. Hmm…. Belum sempat menikmati keindahan bunga-bunga di situ saja aku sudah terkesan dengan keteduhan pohon flamboyannya.

Benar-benar nyaman….. Rasa panas matahari jam 13.00 WIB tereduksi sempurna olehnya, seakan dari padang gurun langsung ke air terjun sensasinya. Sejenak kuikut duduk di kursi panjang tempat main catur tadi, sekadar menghilangkan tetes keringat dari kepalaku yang sekitar sejam terbekap helm. Hmmmm…. Bapak-bapaknya penuh tato semua. Aku pun jadi larut dalam permainan catur dan obrolan mereka, tetap dalam naungan keteduhan pohon flamboyan.

 

Saat itu aku jadi tersenyum…. Hmmm, inilah yang namanya keindahan. Tidak peduli, apakah dia penjual bunga, tukang ojek, preman yang main catur, atau bahkan aku yang lagi hunting bunga, semua merasa nyaman dan sejuk di situ. Dan sangat jelas siapa sang pembuat nyaman dan sejuk tadi: dialah pohon flamboyant itu. Pohon flamboyant itu tidak memilih-milih siapa yang akan dia beri kenyamanan dan keteduhan. Siapa yang datang dan duduk di bawahnya, pasti dia beri rasa nyaman dan sejuk itu. Tidak peduli, apakah yang datang itu cewek atau cowok, pendeta/ustad/agamawan/dermawan atau penjahat, si ganteng atau buruk rupa, sudah mandi wangi atau bau kringetan…. Semua akan dia beri rasa itu. Bahkan jika yang datang adalah orang yang akan menebangnya, sama saja. Akan dia beri rasa nyaman dan sejuk itu…. That’s it! Itulah yang namanya CINTA KASIH! Itulah yang sekian lama didamba dan dicari setiap insan, dan kini semakin sulit ditemukan. Yaa…. Cinta kasih adalah tidak membeda-bedakan. Indahnya jika setiap pribadi bisa menjadi seperti pohon flamboyant… Mari kita mulai memandang dan menghargai segala ciptaanNya (orang terdekat, saudara, rekan, tetangga, orang asing, rohaniwan, penjahat, pengemis, dermawan, dll) secara apa adanya mereka, tidak membeda-bedakan dan pilih-pilih, tidak menghakimi hanya karena berdasar pemikiran picik kita. Setiap pribadi adalah sama bernilainya, sama indahnya, sama harkatnya dengan kita.

 

Pohon flamboyant juga tidak melihat apa latar belakang yang duduk di bawah rindang daunnya. Yaa…. Dia tidak punya alasan dan kepentingan untuk menilai apa masa laluku dan orang-orang itu, bahkan juga apa yang dilakukan di saat kini. Soo….Cinta kasih adalah tidak BER-ALASAN dan tidak BERPAMRIH. Rupanya pohon flamboyant juga mengajak kita untuk membuang keyakinan kita tentang keberadaan orang jahat dll. Semua orang pada dasarnya sama: baik hati. Kalau pun ada kejahatan, bukan orangnya yang jahat. Tidak ada orang yang mau melakukan kejahatan secara ‘sadar’. Yang terjadi adalah mereka tidak tahu. Dalam hal ini, pohon flamboyant itu menyadari dan mengamini perkataan Tuhan saat tersalib oleh pendosa: “ Ya Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan….”.  Hmmm…. Satu hal lagi yang bisa kita tiru dari sebuah pohon tentang apa itu cinta kasih.

 

Tak terasa 4 jam sudah aku di situ. Aku mulai menyadari akan warna langit  Bogor yang akrab dengan mendung. Daripada nanti kehujanan di jalan, aku pun segera me-list bunga-bunga dan tanaman peneduh, berharap akan terbeli di awal bulan nanti. Setelah pamit, segera kunyalakan mesin motor dan beranjak pergi. Bayangan pohon flamboyant itu terlihat makin mengecil dari kaca spion motorku. Hmmm…. Satu hal lagi yang dia ajarkan. Dia tidak mengekang atau menghambat saat aku mulai pergi darinya. Dan kuyakin, dia juga tidak akan melarang orang-orang yang disana untuk pergi nanti. Yaaa…. Dia membebaskan siapapun yang tadi datang dan menikmati kenyaman dan keteduhan bersamanya. Dan jikalau besok aku datang lagi kesana, dia juga tidak marah, dan tetap menyambutku dengan kesejukannya. Begitu seterusnya….. Sooo, Cinta kasih berarti MEMBEBASKAN! Seperti pohon flamboyant yang membebaskan orang-orang untuk datang saat butuh, mau pun membebaskan juga saat mereka  pergi untuk kembali merasakan nyaman di rumahnya masing-masing. Tak ada rasa terluka, dendam, sedih, sepi, dan lain-lainnya, dan seakan berkata : “Silahkan kamu datang jika memang nyaman bersamaku, dan silahkan pergi jika kamu memang nyaman dengan yang lain. Aku akan tetap mendukungmu, aku akan berbahagia untukmu”. Yaa…. Itulah cinta kasih.

 

Dan sekaranglah saatnya belajar!

Memang sulit untuk memahami apa itu cinta kasih. Tetapi kita bisa belajar dari alam, dari sejuknya pohon flamboyant, dari keharuman bunga mawar, dari terangnya matahari, dari indahnya semburat langit di sore hari, dari segarnya air mengalir di kaki kita, dan lain-lain. Dari merekalah sejatinya kita bisa berguru. Mari mulai kita luruskan pemahaman kita tentang cinta dan kasih, yang sering kita salah artikan menurut ego kita masing-masing. CINTA KASIH adalah TIDAK MEMBEDA-BEDAKAN, TIDAK BER-ALASAN, dan MEMBEBASKAN. Ternyata alamlah yang lebih mendengar dan melakukan yang difirmankan Tuhan: “Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik, dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar”. Mari kita coba agar berkenan menjadi anak-anakNya… Amin. (Set)

Add comment


Security code
Refresh