JALAN BAHAGIA
Kumpulan renungan, refleksi, kisah bermakna dan inspiratif, serta cerita pergulatan hidup sehari-hari

Website counter
Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Software

Kisah Bermakna

Suatu Saat Kebaikan Itu Akan Kembali Padamu

AddThis Social Bookmark Button

Suatu Saat Kebaikan Itu Akan Kembali Padamu

Sore itu, dengan ceria saya meneruskan perjalanan dengan motor butut saya. Entah kemana perginya rasa lelah yang sedari siang hinggap di tubuh. Seakan ada oksigen fresh yang mengisi rongga-rongga sel tubuh saya, dan menyuntikkan sejuta tenaga dan keceriaan…

Setelah menitipkan motor di stasiun, saya pun melanjutkan perjalanan dengan KRL Bogor-Jakarta tercinta. Dan kembali, jika biasanya begitu pintu KRL dibuka langsung berebutan untuk masuk dan dulu-duluan cari tempat duduk, sore itu saya nyantai saja…Berdiri juga oke-oke sajalah. Dan di dalam kereta itulah saya mengingat kejadian tadi sambil senyum-senyum sendiri. Ternyata, begitu simpelnya untuk menghilangkan rasa lelah dan kejengkelan.

Sebelumnya, setelah jam ngantor selesai, saya buru-buru cabut ke tempat parkir, dengan harapan bisa cepat sampai di rumah dan bertemu dengan istri, lalu mengisi perut yang sedari pagi belum terisi oleh nasi, dan lanjut ke leyeh-leyeh di kasur sambil menikmati Liga 1 di layar TV. Tapi apa daya, di tengah perjalanan, motor saya tiba-tiba saja brebet dan mati. Berkali-kali saya coba starter manualpun percuma. Entah berapa menit saya jejakkan kaki ke pedal starter, tapi tetap saja tidak mau hidup. Akhirnya saya menyerah, karena badan mulai gerah karena rapatnya jaket dan helm yang saya pakai.

Belum sempat melepas helm, tiba-tiba berhenti sebuah motor di samping saya.

 

“Napa mas? Kehabisan bensin ya…?”

“Ehhh… Iya deh kayaknya. Bentar saya check dulu mas…”

Hmm… Saya tersenyum kecut. Bener, ternyata kelupaan ngisi bensin dari beberapa hari ini.

“Ya dah yukk… Masnya naik, saya dorong lewat belakang!”

“Ga ngrepotin mas?”

“Dahh…santai aja mas. Yuk…”

Akhirnya, jadilah motor saya didorong oleh mas yang baik hati tadi pakai kakinya. Dan ga enaknya, saya sedari tadi justru lupa melepas helm dan masker yang saya pakai, padahal masnya saja melepas helm saat bicara tadi. Setelah beberapa menit, akhirnya kami sampai di SPBU, dan dengan kode saya ucapin terima kasih. Masnya hanya mengacungkan ibu jari sambil pergi.

Ahh… Sungguh luar biasa. Selepas mengisi bensin, perasaan saya dipenuhi rasa syukur dan gembira. Dan itu sudah cukup untuk membuang rasa lelah dan jengkel di hati. Ternyata begini ya rasanya saat dibantu orang lain. Luar biasa sekali lagi… Dan saya jadi ingat juga, ternyata sekitar satu tahun yang lalu, saya juga melakukan hal yang sama. Ada ibu-ibu yang mendorong motornya, dan saya pun menawarkan bantuan. Akhirnya, saya pun mendorong motor ibu tersebut di bagian knalpot dengan kaki kiri. Biarpun pegal, karena ternyata rumahnya jauh, waktu itu saya juga merasa senang karena bisa membantu orang lain. Dan rupanya, gantian hari ini saya yang dibantu orang lain. Indahnya jika saling membantu yaaa…...(Set)

 

Add comment


Security code
Refresh