JALAN BAHAGIA
Kumpulan renungan, refleksi, kisah bermakna dan inspiratif, serta cerita pergulatan hidup sehari-hari

Website counter
Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Software

Kisah Bermakna

Kendali Diri

AddThis Social Bookmark Button

Dulu, saat masih bekerja di bidang marketing, saya terkesan dengan seorang atasan yang terlihat mumpuni mengatasi permalasahan, bukan hanya di bagian yang menjadi tanggung jawabnya tentang pekerjaan, tetapi terlebih atas kemampuannya mengorganisir dan memanage kinerja dan sikap bawahannya.

Bukan hanya sekali dua kali saya dibuatnya kagum. Pernah, seorang rekan yang emosinya tidak tertahan karena debat tak berkesudahan dengan supervisornya hampir ngamuk di kantor. Begitu keadaan dirasa tidak akan terkendali lagi, atasan saya itu mendekati rekan saya. Dengan mimik dan suara tenang, rekan saya menurut saja diajak masuk ke ruangannya diikuti oleh supervisornya. Dan tidak menunggu lama, rekan saya yang mengamuk tadi keluar ruangan  bersama supervisornya. Tidak tahu diapain, tetapi keduanya sudah dalam keadaan adem, alias tenang.

Terus terang, saat itu saya dan semua rekan di situ dibuat sangat kagum dan segan dengan atasan saya tadi. Kami semua bermimpi, semoga suatu saat kelak dapat mencontoh sikap atasan kami tersebut. Dihormati, disegani, dapat menguasai dan mengendalikan apapun yang perlu diperbaiki. Bisa tidak ya....?

Mungkin setelah melalui berbagai pengalaman hidup, saya dan kita semua yang menginjak dewasa (atau tua bahkan) baru menyadari bahwa kemampuan atasan saya itu bukanlah sesuatu yang otomatis atau pemberian semata-mata. Tetapi kemampuan itu adalah hasil dari sebuah latihan seumur hidup. Dapat ‘mengendalikan’ atau mempengaruhi orang lain / keadaan di sekitarnya adalah efek atau buah dari kemampuan diri dalam menguasai diri sendiri. Orang akan terlihat tenang di mata orang lain, tentu karena dia sudah dapat mengendalikan segala pikiran dan gejolak perasaannya. Artinya, jika batin dan pikiran kita tenang, tentu segala tindak tanduk kita, raut wajah kita, suara kita,dan lain sebagainya di mata orang lain tentunya terlihat tenang juga. Saya rasa itu intinya...

Banyak dari kita yang mungkin berada di tempat yang posisinya lebih tinggi / dominan, ingin terlihat tenang , dapat diandalkan, dapat mengendalikan keadaan, bahkan mungkin ingin disegani oleh orang lain yang di bawah. Bukan hanya di bidang pekerjaan tentunya. Bahkan, bagi orang tua misalnya, tentunya sangat menginginkan anak-anaknya mudah dinasehati bukan? Sekali lagi, mari kita lihat diri sendiri dulu, apakah kita sudah dapat mengendalikan diri kita sendiri belum? Karena pada dasarnya, banyak sekali potensi, berkah, rahmat, dan hal-hal lain dalam diri kita yang harus kita kendalikan. Jika tidak kita kendalikan, maka segala berkah tadi akan menjadi sia-sia dan menelan kita. Mungkin ada baiknya kita list lagi apa saja yang harus kita kendalikan! Beberapa di antaranya adalah:

  1. Pikiran
  2. Perasaan
  3. Waktu
  4. Gejolak batin
  5. Energi
  6. Talenta-talenta
  7. Keuangan
  8. Cinta
  9. Tubuh
  10. Hasrat
  11. Keyakinan
  12. Emosi
  13. Dan lain sebagainya

Silahkan diperbanyak lagi list di atas sesuai refleksi kita masing-masing. Tidak peduli daftarnya sedikit atau banyak, tetapi mari kita cermati. Jika kita cermati, maka sekali lagi kuncinya adalah apa yang ada di dalam diri kita sendiri. Untuk dapat mengendalikan orang lain atau keadaan di sekitar kita, kita harus dapat mengendalikan diri kita sendiri. Karena memang seperti itu, hanya kita sendiri yang mampu menguasai diri kita. Bukan orang lain, bukan penjajah, bukan diktator...

Contohnya, tidak ada sesuatu di luar kita yang bisa mengendalikan pikiran kita bukan? Mau dipaksa dan didogma bagaimanapun, sebenarnya pikiran kita tetap bisa bergerak bebas semau dia. Maka, wajar jika ada kesimpulan, kita akan damai jika bisa mengendalikan diri kitadan sebaliknya, kita akan menderita jika tidak bisa menguasainya...(Set).

 

Add comment


Security code
Refresh