JALAN BAHAGIA
Kumpulan renungan, refleksi, kisah bermakna dan inspiratif, serta cerita pergulatan hidup sehari-hari

Website counter
Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Software

Kisah Bermakna

Jagung Untuk Kucing

AddThis Social Bookmark Button

Siang itu saya sengaja muter-muter komplek perumahan saya, cari angin dan apa saja yang bisa dimakan, tentunya yang halal…. :) Lumayanlah, ternyata dekat rumah ada petani yang baru saja panen jagung dan dijual langsung di pinggir jalan. Tiga kilogram hanya 10 rb. Saya pun segera pulang setelah membelinya. Sampai rumah langsung saya rebus 6 buah, sengaja agak banyak agar tidak perlu makan nasi lagi malamnya.

 

Saya pun menikmati jagung rebus alami itu, kurang lebih 3 buah sudah terasa kenyangnya. Saya pun membuang bekas jagung yang sudah saya makan ke tempat sampah di belakang. Lumayan manis jagungnya, dan lumayan membuat tentram hati saya karena tidak perlu memasak nasi lagi. Saya meneruskan aktivitas kesukaan saya, yakni sekedar tiduran ga jelas sambil menonton acara TV yang ga jelas juga… :)

Tetapi ada yang menarik, saat saya lagi sibuk gonta-ganti pencet remote TV, mata saya tidak sengaja melihat ada kucing yang sedang sibuk membongkar tempat sampah di belakang rumah. Saya segera beranjak, hendak mengusirnya karena pasti sampah saya diobrak-abrik olehnya. Sesampainya di belakang rumah, saya malah tertegun… Yang tadinya pengen mengusir kucing, saya jadi tertegun. Ternyata kucingnya masih kecil, dan herannya, dia terlihat sibuk mencoba memakan bekas jagung yang tersisa. Saya jadi merasa kasihan, kucing kok mau-maunya makan jagung, bahkan kayaknya jonggolnya pun ia coba makan. Saya pun akhirnya memilih melihat kucing tersebut makan. Mungkin karena terlalu laparnya, ia tidak melihat kedatangan saya.

Saya menjadi tidak tega lagi untuk mengusiknya. Kucing yang harusnya carnivora (pemakan daging), terpaksa menjadi herbivora. Pasti karena terpaksa, tidak diurus induknya, dan mungkin sudah kelaparan beberapa hari. Setelah selesai menggigit jagung yang tersisa, kucing tersebut terlihat puas dan menjilati jari-jarinya…. Dan entah kenapa, saya ikut merasa senang melihatnya, seakan saya yang tadi kelaparan dan memakan jagungnya. Ahh, saya masih beruntung dan patut bersyukur, masih bisa memilih makanan apa yang ingin saya makan. Lain dengan kucing kecil itu, pasti susah untuk bersaing mendapatkan makanan yang layak baginya, karena kalah dengan kucing-kucing besar yang lain. Bahkan, mungkin kucing itu seharusnya masih diberi ASI oleh induknya…. Kasian sekali ya…

Saya pun segera mengeluarkan motor kembali dan segera pergi ke warung untuk sekedar beli ikan asin. Tidak tahu, yang tadinya sudah malas keluar, sekarang jadi niat banget gitu. Ahh… Minimal bisa memberi makan satu makhluk hidup sesuai kodratnya. Ikan asin mah tidak seberapa harganya… Dan alhasil, untuk beberapa hari kemudian saya meluangkan waktu untuk memasak nasi dan menggoreng ikan asin, bukan terlebih untuk saya pribadi, tetapi untuk anak kucing di belakang rumah saya. Biarpun ia masih takut dengan saya, minimal saya merasa senang melihatnya bisa makan enak (mungkin). Dan tentang jagungnya, biarlah saya yang memakannya…. Dan saya merasa jagung itu kini menjadi lebih nikmat. Ternyata untuk bisa merasa senang dan bahagia, kadang bisa diperoleh dengan melakukan hal-hal yang sederhana, memberi makan seekor kucing misalnya. Terima kasih ya pusss…. Selamat makan.

Add comment


Security code
Refresh