JALAN BAHAGIA
Kumpulan renungan, refleksi, kisah bermakna dan inspiratif, serta cerita pergulatan hidup sehari-hari

Website counter
Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Software

Kisah Bermakna

Singkong Kebahagiaan

AddThis Social Bookmark Button

Dari stasiun Bojong Gede sudah malam, kira-kira jam 8 malam. Wahh.... Bakalan kesulitan cari makanan nih sampai rumah... Saya pun mengenderai motor dengan agak kencang, ga peduli dengan keadaan jalan Bojong Gede – Kahuripan yang makin parah saja. Tidak habis pikir saya, gimana seh cara kerja yang berwenang di sini? Yang ujung sini baru saja selesai ditambal aspal, eh yang bagian ujung sana sudah rusak lagi! Rasanya sepanjang tahun memperbaiki jalan ga selesai-selesai.... Pengaspalan di Kabupaten ini memang parah....

Tapi bukan itu yang ingin saya ceritakan. Di tengah perjalanan pulang itu perut saya mulai protes, hingga 1 jam kemudian sampai juga saya di gerbang rumah. Baru saja saya hendak membuka gerbang, saya jadi tertegun. Di atas pagar itu ternyata ada 2 singkong yang kelihatannya belum lama dicabut dari akarnya. Wahh.... Siapa ini yang naruh ya?

Saya pun malah sibuk mengira siapa yang menaruh singkong itu. Dan akhirnya saya yakin, itu pasti pemberian dari Pak Dulah, petani yang sering mengerjakan sawah di dekat rumahku. Entah mengapa, saya menjadi tersenyum. Yang tadinya kuatir dan jengkel memikirkan jalan yang rusak, sekarang jadi gembira. Padahal, cuma gara-gara singkong 2 biji... J

Sebenarnya mungkin bukan singkongnya yang membuat saya senang, tetapi mengingat siapa yang memberi. Memang, dua minggu sebelumnya saya memberi beliau bebeapa potong baju yang menumpuk di lemari pakaian saya. Mungkin juga, singkong itu sebagai balas budi. Tetapi bagi saya, ternyata apa yang saya beri ke beliau, tidak sebanding dengan apa yang beliau berikan ke saya. Sekali lagi, bukan singkongnya itu, tetapi rasa senang dan bahagia itulah yang bagi saya sangat berharga.

 

Mungkin hal seperti itu yang kadang kita lupakan. Saat kita memberi sesuatu kepada orang lain, sebenarnya akan ada efek yang mengikutinya, yang nilainya jauh lebih berharga. Yakni rasa bahagia karena  merasa diperhatikan, dicintai, diperhitungkan keberadaannya, dan lain sebagainya. Mungkin bagi kita barang yang kita berikan itu tidaklah berharga, tetapi bukan itu yang terpenting terkadang. Demikian juga sebaliknya, saat orang lain memberi sesuatu ke kita, biarpun mungkin dari segi materi kurang bernilai, tetapi jika kita lihat secara lebih mendalam, maka hal itu akan membuat kita bahagia. Seperti yang saya rasakan saat itu. Pakaian lebih yang saya berikan ke Pak Dulah jadi tidak seberapa nilainya, dibanding rasa senang dan bahagia yang saya terima saat saya menerima pemberian singkong dari beliau. Ternyata saya diperhatikan oleh beliau....

Dan malam itu, saya makin menikmati heningnya suasana dengan ditenami singkong rebusnya. Semoga Tuhan selalu memberinya rahmat dan anugerah.... Terima kasih Pak, atas segala rasa bahagia ini!  (Set)

 

Add comment


Security code
Refresh