JALAN BAHAGIA
Kumpulan renungan, refleksi, kisah bermakna dan inspiratif, serta cerita pergulatan hidup sehari-hari

Website counter
Protected by Copyscape Duplicate Content Detection Software

Kisah Bermakna

Terjebak Dalam Pusaran

AddThis Social Bookmark Button

Beberapa bulan yang lalu keponakan saya memelihara hamster. Dua ekor, putih dan coklat, imut, dan lucu sekali tingkah lakunya. Sebulan kemudian saya datang lagi, dan ada yang berbeda dengan 2 hamster tadi. Badannya menjadi besar dan kini mirip tikus. Karena badan lebih besar, maka kandang buat mereka menjadi terlihat lebih kecil. Gerak-gerik kedua hamster tadi semakin terbatas. Hanya berputar-putar di ruang yang itu-itu juga. Masih beruntung sekarang diberi mainan putaran treadmill, dan mainan ini sangat disukai hamster itu. Mereka berebutan naik di dalam lingkaran treadmill itu dan memanjat dinding bagian dalam sehingga treadmillnya berputar kencang. Dan itu dilakukan dalam waktu yang lama dan berulang-ulang, seakan tiada capainya. Selain tertawa melihat tingkah polah kedua hamster tersebut, lama-lama terbersit pertanyaan-pertanyaan dalam diri saya. Mengapa hamster itu terus melakukan itu? Berputar-putar dalam treadmill sepanjang waktu, sebenarnya untuk apa? Apakah tidak bosan?

 

Sore harinya saya pamit pulang, dan ditanya mengapa tidak menginap saja di sana. Saat itu saya menjawab karena harus istirahat di rumah dan siap-siap untuk memulai aktivitas kerja di hari Senin seperti biasanya. Sampai rumah pun saya berusaha untuk istirahat. Tetapi ternyata biar pun tidak melakukan aktivitas, ternyata pikiran saya tidak bisa berhenti bekerja. Berpikir besok harus bangun jam berapa, berangkat jam berapa, sarapan apa, pakai baju apa, dan tentunya mencari trik apa biar besok pagi bisa memulai segala sesuatunya dengan semangat. Dan selalu seperti itu.

Setiap minggu sudah terasa sibuknya hari senin. Biasanya jika mengingat besok hari senin, badan menjadi loyo dan pikiran menjadi tidak tenang. Tidak terasa, ternyata aktivitas dan perasaan-perasaan yang mengikutinya menjadi sebuah rutinitas mingguan. Begitu pula dalam menjalani hari-hari kerja. Pagi bangun, siang kerja, sampai rumah sore, badan dan pikiran capai, lalu istirahat, pagi bangun kembali, dan begitu seterusnya. Hmmm..... Jika tadi saya tertawa melihat hamster yang terlihat nyaman berkutat dengan mainan treadmill dan hidup di kandang yang sempit, bukankah yang saya alami dalam hidup saya mirip-mirip dengan mereka?

 

 

Wahhh.... Jangan-jangan 2 hamster tadi juga tertawa tidak habis pikir jika melihat kehidupan saya, kehidupan orang-orang pada umumnya. Mau-maunya orang menjalani hidup yang terkungkung dalam rutinitas, dan selalu terlihat sibuk setiap detiknya.... Jangan-jangan mereka berpikir seperti itu ya. Dan jika kita renungkan, sebenarnya banyak dari kita yang terjebak dalam treadmill yang kita ciptakan sendiri. Kita terlihat sibuk kesana kemari, berjalan bergegas pergi dan pulang, mengantar anak jam sekian, menjemput istri jam sekian, mengerjakan pekerjaan sampai batas waktu jam sekian, pulang kantor bergegas ganti baju dan berangkat mencari sambilan kerja di tempat lain, mengatur sana sini agar suasana terasa nyaman, sebentar-sebentar melihat jam agar tidak terlambat ke sesi berikutnya, dan di tengah perjalanan pulang bekerja keras mencari celah-celah jalan yang tidak macet, sibuk membunyikan klakson motor / mobil sambil marah-marah di jalan, dan begitu sampai rumah sudah ditunggu oleh berbagai rutinitas sepele seperti ganti baju, mandi, membuat menu makan, berkeluh-kesah dengan suami / istri, dan saat badan sudah terbaring di ranjang pun, kadang pikiran masih bekerja keras. Berpikir ini dan itu untuk besok, atau memikirkan strategi agar target penjualan tercapai, atau malah berpikir berapa kali lagi cicilan rumah dan kendaraan akan lunas.... Sungguh luar biasa kita ini. Super-super sibuk sekali, tak ada detik berlalu tanpa kerja keras. Badan mungkin terlihat diam, tetapi pikiran dan hati berjalan kemana-mana. Dan hebatnya, atau lebih tepatnya aneh dan konyolnya, kadang kita banyak yang tidak menyadari, sebetulnya semua itu untuk apa? Apa yang sebetulnya kita kejar? Mengapa kita melakukan semua itu?

 

Pernahkah kita mencoba menjawab pertanyaan seperti itu? Untuk mendapat ini dan itukah? Untuk memperoleh kebahagiaankah? Atau tidak tahu mengapa, yang penting memang hidup seperti itu? Dan saya mungkin saja terjebak dalam kehidupan seperti itu. Melakukan ini dan itu, sibuk bukan main setiap detiknya, berakhir dengan rasa capai, kadang-kadang sakit sehingga tidak bisa menikmati apa yang tadi dikejar-kejar mati-matian, dan tahu-tahu badang menua, rambut memutih, gigi mulai ompong, dan di ranjang penantian akhir nanti pun jangan-jangan masih sibuk menyesali diri, mengapa masih belum bisa begini dan begitu. Tidak bahagia hingga akhir nafas terakhir... Tidak tahu dan tidak sadar apa yang dikejar selama ini.

 

Mungkin kini tiba saatnya bagi kita semua untuk berhenti sejenak. Biarkan langkah kaki berhenti, biarkan deru nafas melambat, dan biarkan pikiran berhenti bekerja. Dan saatnya bertanya ke dalam diri. Apakah yang sebenarnya saya lakukan selama ini? Apakah yang selayaknya kita kejar dalam hidup ini? Akan berakhir kemanakah ujung jalan hidup ini? Bagaimanakah sebaiknya saya menjalani dan menikmati perjalan hidup ini? Jika sudah mulai mengerti arah dan tujuan yang hakiki, tidak semu, dan   penuh illusi, mungkin  disanalah akan kita temui hidup yang lebih bermakna dan berarti, karena kita tidak terjebak dalam pusaran illusi duniawi....(Set)

Add comment


Security code
Refresh